Rangkuman Buku System Analysis Design Chapter 3-6

Fase Analisis

Fase analisis adalah proses memecah bagian dari sebuah sistem dengan tujuan untuk memahami asal muasal, fungsi, kegunaan, dan hubungan dari masing masing bagian. Di fase analisis pula, sistem analyst bekerja bersama pengguna / pemesan sistem untuk dapat mengerti kebutuhan dari sistem yang dibangun. Yang meliputi tiga fase :
  1. Mengerti kondisi terkini sistem
  2. Mengidentifikasi pengembangan yang dapat dilakukan
  3. Merumuskan kebutuhan dari sistem baru

Menentuan Kebutuhan

Penentuan Kebutuhan dilakukan untuk mengubah permintaan sistem yang berupa kalimat kalimat tingkat tinggi yang umum menjadi sesuatu yang lebih detail, tepat sasaran, dan mengandung apa apa yang harus dapat dilakukan sistem yang baru untuk menunjang nilai bisnis yang ditopangnya. Daftar kebutuhan yang detail akan didukung, dikonfirmasi oleh aktivitas lain dari fase analisis. Seperti use case, process model, dan data model.

Penggalian Kebutuhan

Terkadang kebutuhan yang diinginkan oleh pengguna / user samar samar, sehingga system analyst harus cerdik dalam melakukan penggalian kebutuhan. Ada 5 cara untuk melakukan penggalian kebutuhan:
  1. Interviews
    Metode ini merupakan teknik pengumpulan requirement yang paling umum di lakukan. Teknis dilapangan nya, sang pengembang atau develop menanyakan hal – hal yang berkaitan dengan masalah yang diangkat kepada responden yang memiliki kriteria yang cocok pada masalah yang ditanyakan.
  2. Joint Application Development
    JAD Adalah suatu teknik pegembangan Aplikasi yang melibatkan antara pemakai dan profesional dalam pengembangan sistemnya
  3. Questionnaires
    Kuesioner adalah daftar pertanyaan operasional yang ditanyakan pada responden terpilih untuk menjawab hipotesis-hipotesis yang dikembangkan sesuai tujuan penelitian.
  4. Document Analysis
    Dilakukan dengan cara menggali kebutuhan baru lewat dokumen dari sistem lama, dan dikembangkan
  5. Observation
    Observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut.

Strategi Analisis Kebutuhan

Ada beberapa pendekatan yang dapat dipakai, yaitu:
  1. Root Cause Analysis
  2. Duration Analysis
  3. Activity-Based Costing
  4. Informal Benchmarking
  5. Outcome Analysis
  6. Technology Analysis
  7. Activity Elimination

Use Cases

Use Case menggambarkan aktivitas yang dapat dilakukan oleh pengguna. Tiap use case menggambarkan bagaimana user memicu sebuah event dimana sistem harus merespon. Contohnya pada toko rental CD, pengunjung dapat menyewa atau mengembalikan VCD. Dengan kata lain Use Case menjelaskan interaksi yang terjadi antara ‘aktor’ — inisiator dari interaksi sistem itu sendiri dengan sistem yang ada, sebuah Use Case direpresentasikan dengan urutan langkah yang sederhana.

Pembuatan Use Case

Pembuatan Use Case dapat dilakukan dengan 4 tahap :
  1. Identifikasi Use Case
  2. Identifikasi Langkah langkah yang dibutuhkan di tiap use case
  3. Identifikasi element langkah demi langkah
  4. Konfirmasi kebenaran use case yang dibuat

Process Modelling

Data Flow Diagram

Data flow Diagram adalah diagram yang menggambarkan proses bisnis beserta aliran data yang terjadi di dalamnya, dan yang jadi fokus utamanya adalah proses yang dilakukan. Sehingga aliran data hanya membantu transisi dari tiap proses

Membuat Data Flow Diagram

Pembuatan data flow diagram dapat dilakukan dalam 5 tahap :
  1. Membuat context diagram
  2. Membuat fragmentasi data flow diagram
  3. Membuat Data Flow Diagram Level 0
  4. Membuat Data Flow Diagram Level 1 ke bawah
  5. Validasi kebenaran data flow diagram

Data Modeling

Entity Relationship Diagram

Entity Relationship Diagram adalah diagram yang menunjukkan informasi yang dibuat, disimpan, dan dipakai oleh sistem bisnis. Entity relationship Diagram menunjukkan hubungan (relationship) bagaimana tiap bagian ini terhubung satu sama lain. Sehingga dengan kata lain Entity Relationship Diagram menggambarkan logical structure dari sebuah database

Membuat Entity Relationship Diagram

Dapat dilakukan dalam 3 Tahap :
  1. Identifikasi Entity
  2. Tambahkan atrribut dan identifiers
  3. Identifikasi Relationship

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Expert System

Sistem Informasi KASKUS

Sistem Informasi eKios Pemkot Surabaya